Jumat, 05 Agustus 2016

Ocha v2.0

It's great to be baaack! Well that's what I tell people anyway. - Rizzrak the Timbersaw

Sudah lama tidak blogging hehe. Hari ini cuma mau update current situation aja (gabakal ada yang mau liat juga sih *cyring in Indonesian)

Sebelumnya, gw bisa dibilang punya kesibukan karena sempet kerja di EY (Ernst and Young, untuk yang gatau EY adalah salah satu Big 4 accounting firm yang kerjaannya melakukan audit terhadap laporan keuangan perusahaan. Jadi Auditor singkatnya. Sisanya Google ya *wink) jadi Graduate Trainee (semacam probation atau masa uji coba, cuma probationnya lamanya 7-8 bulan) dari September sampe April akhir. Banyak banget pengalaman yang gw dapet dari sana, mungkin kapan-kapan kalo ada ide bakalan gw tulis di blog ini tentang pengalaman gw di EY ngapain aja, kenapa gw lolos probation tapi malah resign, dan sebagainya.

Sementara ini gw nganggur. Niatnya mau pindah ke KAP sebelah (tiga huruf, Google ya hoho) cuma ternyata keadaan mereka lagi susah, jadi mungkin tahun depan baru bisa nerima gw. Haha. Sambil nunggu tahun depan juga gw ga mungkin lah nganggur dan ga berbuat apa-apa. Jadilah gw belajar tiga bahasa sekaligus! Ketiga bahasa itu adalah:

1. German (Deutsch)
2. French (Francais)
3. Japanese (日本語)

Untuk German dan French sementara ini gw cuma belajar dari DuoLingo yang menurut gw lumayan membantu untuk prelude ke level basic. You should try it! Gw berencana mau serius banget belajar ni dua bahasa jadi gw bakalan ngambil les di IFI Jakarta untuk French dan Goethe Jakarta untuk German.

As for Japanese, gw lumayan heavy invest disini karena gw subscribe WaniKani dan beli bukunya langsung dari Jepang namanya Genki (げんき). Gw juga langganan semacam buku online, namanya TextFugu yang kemudian sedang Alpha test untuk upgrade ke yang lebih mantep lagi namanya EtoEto.

WaniKani homepage (www.wanikani.com)

Kenapa harus langganan atau beli buku banyak untuk belajar Japanese? Karena memang Japanese sedikit tricky dimana makhluk-makhluk yang ingin belajar Japanese akan kehilangan semangatnya ketika berhadapan dengan Kanji. Ya, Kanji adalah monster yang sangat mengerikan bagi para pejuang Japanese.

Untuk membantu gw memahami Kanji dengan lebih cepat, gw menggunakan WaniKani. WaniKani ini memang khusus banget membantu kamu untuk belajar Kanji (FYI, untuk bisa casual hidup di Jepang, termasuk baca koran, nonton berita, dsb, kamu harus minimal menguasai 2000 Kanji out of sekitar 8000 Kanji in the wild). Kalo pake cara konvensional, mitosnya, seorang pejuang Japanese membutuhkan waktu 5-8 tahun untuk bisa menguasai persyaratan minimum tersebut. Cukup melelahkan.

WaniKani ini katanya sih menjanjikan cuma 1 tahun (tapi konsisten) kamu bisa secara casual hidup di Jepang menguasai persyaratan minimum tersebut. Karena mereka memang punya metode yang menurut gw canggih juga. Akan menyusul review tentang WaniKani (dan kalau gw ada ide hehehe).

Kembali lagi ke topik kenapa harus banyak langganan atau beli buku, untuk bisa menguasai Japanese, seorang pejuang Japanese tidak hanya harus menguasai Kanji, tetapi juga harus menguasai grammar dan conversation. Jadinya kerja dua kali, menguasai Kanji aja susah, ditambah grammar lagi conversation lagi listening juga. That's why gw beli buku Genki dan langganan buku online yang bisa membantu gw untuk menguasai ketiga hal tersebut. Review tentang buku Genki dan TextFugu/EtoEto akan menyusul juga.

Dan tentunya, kalau mau menguasai bahasa harus ada tolak ukurnya. Target gw adalah by April, gw dah punya TestDaF untuk German, DELF/DALF untuk French, dan JLPT N3/N2 untuk Japanese. Yes it is an ambitious target, but that what it takes to make you a great and recognized person.

Segitu aja update dari gw. Post berikutnya bakalan tentang review, kalau lagi ada ide, hehe. Thank you for reading.

P.S.
Maybe I'd create a Vlog next time. Hehe.

~Cakramurti

@Indekost Bendungan Hilir

Sabtu, 13 Juni 2015

Photograph

"Loving can hurt, loving can hurt sometimes.
But it's the only thing that I know.
When it's get hard, you know it can get hard sometimes.
It is the only thing that makes us feel alive"

- Ed Sheeran, Photograph


Yahh kira-kira begitulah cuplikan awal lagu Photograph nya si bang Rup..... Ed Sheeran. Bagus ya lagunya. Gw juga suka lagu ini gara-gara ngedenger anak EB Cafe (semacam tempat kedai kopi selama ini gw kerja, sekarang dah pensiun sih) mainin lagu ini. Paling suka sama lagu ini ada namanya Dhian dan Nadhya, ya, mereka kembar. =v Awalnya si Dhian minta album X ini ke laptop ane, terus katanya dia cuma pengen ngedenger lagu Photograph aja. Gw otomatis masih polos kan, yaudah gw juga akhirnya ikut ngedengerin lagunya, dan ternyata bagus juga. Apalagi lagi masa-masa galau gini nih hehehe (Eaaaa... Eaaaaa....). #GaJelas #Abaikan




Noh gambar Rup.. ED SHEERAN


Awalnya sih gw cuman suka nadanya. Tapi, begitu gw denger sampe sekitar ke-5 kali nya, gw baru sadar kalo ada lyric yang bagus banget dari lagunya.


"... we made these memories for ourselves.
Where our eyes are never closing.
Hearts were never broken.
And time is forever frozen still."


And It just appears in my mind. "That's why the song was called Photograph." It is the magic of the photograph.


You guys must be getting it!! Kalo engga, berarti lo pada belum segalau gw (HAHAHA).  

Okay enough.

Disinilah gw baru sadar keajaiban dari sebuah Photograph. Photograph itu ga pernah berubah. Ekspresi muka yang ada pada sebuah Photograph ga akan pernah berubah. Ketika melihatnya, semua lingkungan kita seakan-akan berubah pada masa itu, dan kita diingatkan kembali sambil tersenyum sendiri membayangkan ekspresi kita saat itu. Entah sedang sendirian, ataupun bersama teman/someone special. It liven up our condition at that time, no matter how worse our condition now. And that is the magic, because the time is forever frozen still.




Really happy I am at that time. =)


Sebenernya foto yang mau gw pasang bukan ini, tapi takut ada yang marah. Hehe..

Oh well, at least I can endure current situation of ours by looking at our Photographs. =)

Thank you for the moments. =)


~Cakramurti

@Indekost, Pogung Baru

Jumat, 01 Mei 2015

Menjelajahi Dunia dan Ruang Pikiran a.k.a. Traveling the World and Mind

Siapa sih yang ngga suka traveling? Sekarang semua orang berlomba-lomba untuk traveling dengan tujuan yang berbeda-beda. Ada yang sekedar ingin tahu tempatnya, ada yang ingin memamerkan pemandangan yang indah disertai kemampuan fotografi yang handal, ada juga yang ingin mendapatkan tantangan menjelajahi jalanan yang sulit. Ditambah dengan gencarnya media sosial, popularly Instagram, sebagian orang kini sudah menjadikan traveling sebagai profesi dan passion mereka untuk menjalani hidup ini.

Diambil dari akun @Mrizag di Instagram

Me, personally, sebenernya suka banget yang namanya traveling, cuma ga pernah dapet kesempatan aja. Dari mulai gw mau KKN, gw emang sengaja milih tempat yang agak timur gitu supaya bisa mampir Gunung Rinjani, alhasil KKN gw gak lolos dan fail. Berapa kali tuh gw diajakin ke Merbabu dan gunung lainnya dan berkali-kali juga fail dengan seribu alasan. Jadi, selama ini gw cuma ngerasain pantai-pantai di Jogja aja. Kalo soal gunung, gw tetep pernah kok naik gunung sekali..... Gunung Api Purba.... (Buat lo yang gak tau Gunung Api Purba, sebenernya itu bukit yang naik 3 jam an juga nyampe puncak).


Ocha nih lagi di Gunung Api Purba


Beda tipis lah ya sama yang di atas..

Traveling pun sebenernya udah jadi impian gw dari kecil. Gw sengaja sebenernya milih jurusan HI (dulu) supaya bisa ke luar negeri dan merasakan 'dunia lain'. Alhasil, Tuhan ternyata nyuruh gw untuk masuk jurusan Akuntansi, yaudah gw ikutin. Tapi ternyata walaupun di jurusan Akuntansi, gw juga tetep bisa ngerasain ke luar negeri, yaitu ke Thailand. It's really a gorgeous place to visit, trust me. And it's relatively cheap. Gw juga sempet mau daftar untuk exchange ke Jepang, cuma lagi-lagi belom ada kesempatan dan fail. Untungnya gw dah biasa ditolak.


Tempat semua kenangan berakhir


Kalo pengen tahu lebih lanjut tentang Thailand, bisa lihat http://pokoknyagitulah.blogspot.com/

Oke sebenernya cerita di atas cuma intermezzo aja. Gw pun bikin tulisan ini karena terinspirasi dari kata-kata temen gue: "It's good to travel, whether to travel around the world or around the people's mind". - by someone who I prefer not to mention =). Ketika ngeliat kata-kata itu, pikiran gw pun langsung kemana-mana. Menurut gw itu kata-kata yang kece abis. When you alone travel around the world, actually you're not traveling alone. Because during your travel, there will be many people who travel to your mind. Kata-kata itu langsung muncul di benak gw.
Banyak orang (termasuk gw) yang sebenernya pengen banget traveling tapi gajadi karena ngga ada temennya. Padahal, ketika lo traveling sendirian, lo akan menemukan bahwa sebenernya you're not alone. Karena akan ada banyak orang-orang yang ikut "traveling" bersamamu. Mereka adalah orang-orang yang memberikanmu warna baru. Mereka adalah orang-orang yang membawamu ke dunia yang ingin kamu ketahui. Ya. Mereka adalah orang-orang yang traveling to your mind.
In the end, sebetulnya orang-orang yang doyan traveling the world adalah orang-orang yang mencari seseorang/sesuatu yang bisa traveling to their mind. Karena hal tersebutlah yang sebetulnya membuat mereka ketagihan untuk traveling. Mereka butuh sesuatu yang bisa memberikan Dunia kepada mereka. Sesuatu yang bisa membuka pikiran mereka dan memunculkan perspektif baru untuk lebih mencintai hidup. Maybe, the reason why I'm not traveling now is because there's already someone who travels to my mind. But actually, I'm not sure either. =)

And now, I'm just here waiting for another new traveling. That's why I love traveling (and being traveled). =D

~Cakramurti

@Bali, Indonesia

Selasa, 11 Desember 2012

College Life: I've Found My New Family

Gw kira kehidupan kuliah itu yaa gitu-gitu aja. Gw udah ngebayangin dari SMA kalo kuliah itu bakal santai, banyak liburnya, baju bebas, rambut sesuka lo, dan sebagainya. Kenyataannya, ngga jauh-jauh beda sih tapi ada satu perbedaan yang sangat dalem dan gw yang udah kuliah selama 2 tahun ini ngerasain kalo sebenernya gaya kuliah itu adalah pilihan.

Seperti yang dah pernah gw ceritain, gw dah pernah kuliah sebelumnya di HI UNPAD. Awal masuk ya gw seperti ngerasain perasaan yang ngga asing, dan pertama kali masuk kelas (telat) gw ngerasain orang-orang dengan hawa-hawa orang pinter. "Anjir ni gw harus bersaing dengan orang-orang ginian". Sampai akhirnya ospek lah yang menyatukan kita. Gw suka banget ya sama gaya ospeknya HI UNPAD ini, kalo boleh gw ceritain teknisnya, ospek HI UNPAD dibagi jadi 2, ada ospek fakultas dan jurusan. Ospek fakultas seperti biasa acara pengenalan dengan lingkungan kampus yang tatibnya gw rasa professional banget. Cuma acaranya ngga terlalu asik (mungkin karena kurang spesifik ke jurusan masing"). Terus dilanjutin ke ospek jurusan. Nah ini acaranya gw akuin asik banget dimana pembicaranya dari jurusan HI dan ngomongin masalah HI. Tapi yang paling seru, ospek jurusan bukan cuma seminar singkat doank, rangkaian acaranya ada games tentang strategi dan perang, dan intinya ada di Simulasi Sidang United Nations. Gw ngga bisa lupa pengalaman waktu itu soalnya gw jadi Chairperson disitu hahaha. Dan uniknya, rangkain ospek jurusan HI UNPAD ngga berhenti sampe situ.

Puzzle Penyatu Angkatan Ospek Jurusan: Reformist 2010

Ada tantangan baru bagi angkatan 2010 HI UNPAD dimana kami diminta untuk membuat acara Pekan Olahraga Angkatan (PORANG) dan Makrab yang pesertanya mulai dari 2010 sampai alumni HI UNPAD (bisa sampe angkatan 2002). Ini jelas tantangan besar dimana kami diceritakan kalo tahun lalu itu sempet ada yang rusuh gara" wasit atau masalah kecil lainnya. Karena kami ngga ingin ada masalah, akhirnya kami pun membentuk panitia dan mengusahakan yang terbaik. Disini mulai keliatan yang mana yang aktif yang mana yang tidak. Untungnya gw masuk salah satu yang aktif hohoho. Selama acara, gw ngerasa kita kerja bareng, ketawa bareng, pusing bareng, berantem bareng, semuanya serba bareng. Dan itu gw bener" ngerasain kalo kami itu bener" nyatu sebagai 1 HI UNPAD 2010. Sampai di puncak rangkaian acara, yaitu MAKRAB HI UNPAD 2010. Disini kami mampu ngenyewa tempat yang cukup luas dan dekorasi yang keren abis. Dan akhirnya sukses besaar dan saat itu gw dah kenal setiap orang di HI UNPAD 2010. Bener" pengalaman yang mungkin ngga akan gw alamin lagi seumur hidup gw.



Sewaktu Simulasi Sidang United Nations


Disinilah yang gw bilang kalo kehidupan kuliah itu adalah pilihan. Lo bebas mau ngelakuin apa aja yang lo mau. Lo bebas mau ngelewat apapun yang lo benci, dan semua punya akibatnya masing-masing. Dan setelah gw telusurin, ternyata orang-orang yang ngga aktif di acara PORANG dan MAKRAB HI UNPAD 2010 adalah orang-orang yang memiliki kesibukan di luar itu. Macem" kesibukannya ada yang sibuk di organisasi kedaerahan, ikut lomba-lomba, konferensi, ataupun hanya di kost an menikmati santainya kuliah. Orang-orang yang ikut di organisasi kedaerahan lebih teguh dan kuat tentang daerahnya. Orang-orang yang ikut lomba-lomba bakal lebih berkembang pemikirannya dan bisa dapet teman baru di luar kampus. Orang-orang yang menikmati santainya kehidupan perkuliahan di kost an pun tetap mendapat keuntungan dimana lo bisa 'santai' menikmati hidup. Menurut gw, semua itu bagus dan memiliki trade-off masing-masing, tinggal gimana lo mau milih trade-off yang mana.

And yes! This is HI UNPAD 2010

Siang ini gw lagi mikirin teknis proker yang sedang gw kerjakan. Jujur aja sih, selama ini baru kali ini gw se-hectic ini. Padahal, biasanya gw orang yang paling santai sedunia. Disini gw mulai belajar gw bebas milih mau ngerjain ini proker atau engga. Bisa aja kan gw lepas ini proker dan gw suruh aja yang lain sibuk, tapi dari situ gw ngga akan dapet pembelajaran apa-apa. Terus apa sih untungnya ikut organisasi kalo ternyata bakalan stress? Dengan lo ikut organisasi lo bisa tau sifat-sifat orang. Dengan lo ikut organisasi lo bisa dapet 'keluarga' lo yang susah dan senang selalu bareng. Pada akhirnya lo bebas memilih mau masuk 'keluarga' yang mana, asalkan tetap memikirkan apa yang akan terjadi nanti dan benefit serta trade-off apa yang akan lo dapatkan.


~Ocha

Rabu, 31 Oktober 2012

Nokia: The Downfall of The Titans

Which one of you doesn't know Nokia? Yeah, that giant company of handphone has been ruling the handphone industry since I was in elementary school. In my place, if someone has a handphone, that's must be Nokia. Known as the powerful build and design, also the user-friendly interface, Nokia is more preferred to be someone's handphone comparing to Samsung and Motorola (or others). But that's just an old story that isn't worth it anymore.

The new players just keep coming and coming. In Indonesia, we have that fever that someone preferred to buy China's handphone (like Nexian, CrossX, and others) because the price is just as low as an usb. Apple, known with the market destruction style, seize the handphone market with its iPhone. Also, that would indicate the era of smartphone that with just a phone, people can do anything, like taking pictures with high resolution, HD gaming, HD video recording, internet integration, and many more. With that development, new technologies are just keep coming and nowadays, people are just liking what Google produced as an open source operating system called Android. Samsung is the company that produced many kinds of this operating system. Android is more preferred because it's offering an open source style of operating system. With that kind, people can add their creativity to adjust their smartphone with their style. This kind of smartphone has ruling the handphone market and has made Nokia really going down to its market.

Nokia won't grab Android as their operating system. They just using their own operating system, like Symbian OS. They also cooperate with other operating system developer, like Microsoft with its Windows Phone Mobile, Meego, and others, but not Android. Just how stubborn can Nokia be when others are rocketing with Android?

In reclaiming the market situation now that has been ruled by Android and iOS, Nokia focusing on Windows Phone development. It's quite catchy, but not as far as Samsung with its Android that keep rocketing in the smartphone market. Sony also have a good start too with its strategy acquiring Ericsson and making Xperias Android smartphone. At last, only the one that meet the needs of users that can claim the market of smartphone today. Nokia also should have considered to make an agreement with Android so they can have the competitive market again.

~Ocha

Gesek Gesek Dulu

Yak, setelah sekian lama, akhirnya gw mulai menulis lagi. Kali ini mau nyeritain pengalaman gw yang baru aja tadi siang gw lakuin dan pake bahasa indonesia, soalnya lagi males pake bahasa inggris hehe. Semoga aja pengalaman gw bisa bermanfaat bagi orang-orang yang membacanya

Jadi ginii,
Motor gw Astrea Grand tahun 1997-an itu sudah waktunya ganti plat alias perpanjang STNK. Secara motor gw plat D alias asal Bandung, jadi untuk perpanjangnya ya gw harus ke bandung dulu. Gak mau repot lah gw, mana lagi UTS lagi, minta ortu yang ngurusin dengan ngirimin STNK gw ke rumah di Cilegon. Gw kira bakal gampang tinggal cet cet cet jadi terus kirim balik ke Jogja, eh ternyata harus pake gesek-gesek dulu. Ya gw sebagai mahasiswa tingkat awal yang masih polos ngga tau apa-apa disuruh gesek-gesek pake stiker dari SatLantas yang dikirim dari ortu gw. Katanya sih ada dua nomor, yaitu nomor rangka sama nomor mesin. Lah bingung kan gw, gesek-gesek apa pula iki.

Beruntunglah gw yang berasal dari keluarga kelas menengah ini punya internet yang selalu menemani sedih,senang, dan susah gw. Sebenernya tadinya gw diarahin buat cara ngegesek tuh stiker, tapi gw ngga dengerin. Pikir gw kan ada internet, semua juga ada disana, nyantelah ngga usah didengerin arahan yang bikin pusing doang. Lanjutlah dengan modal sotoy langsung aja gw search di Google 'cara melihat nomor mesin Astrea'. Keluar kan tuh semua breeet. Gw klik klik sotoy aja semuanya terus gw baca. Dan ternyata coy.. Ngga ada yang bener -_- Giliran ada yang mau ngasih tau, eh akhir-akhirnya malah ke bengkel dia. Parah banget. Pantang menyerah gw, sotoy lagi kan gw ngeliat-liat mana sih tuh nomor rangka ama nomor mesin. Dah gw liatin tuh motor ada kali lima menitan, ngga ketemu juga. Ternyata hidup emang ngga semudah yang gw kira.

Karena dah males akhirnya gw bawa aja ke bengkel besoknya sekalian nyari makan juga. Rencananya gw mau kelarin hari itu juga biar ngga makin banyak urusan gw (orang sibuk biasa). Langsung kan gw ke bengkel di daerah Pogung 'Mas, bisa gesek-gesek ngga?' 'Gampang Mas' Percaya gw ama si abangnya langsung aja gw sodorin motor gw untuk di gesek-gesek. Serada ngga rela juga sih, tapi mau gimana lagi, ngga digesek ngga bisa bawa motor. Gw liatin deh tuh cara-cara dia ngegeseknya, dimana sih perasaan kemaren gw liatin motor gw kagak ada tuh nomor gesek-gesek. Ternyata eh ternyata, nomornya itu sembunyi di bawah n di dalem bodynya. Jadi nomor mesin motor Astrea Grand Tahun 1997 an gw itu ada di bawah di sekitar tempat ganti gigi. Dan nomor rangkanya itu harus ngebuka sayap sebelah kiri sama bodynya dikit. Langsung aja tuh nongol nomor rangka. Dah digesek-gesek sama dia langsung aja lega gw ternyata ngga lama digeseknya. Begitu selse langsung aja gw kasih dua ribu, taunya dia mintanya sepuluh ribu. Kampret banget cuma gesek doank mintanya sepuluh ribu, yaudalah ini juga cuma 5 tahun sekali, anggep aja gw ngasih rejeki ke mereka.

Akhirnya semua urusan gesek-gesek selse, langsung aja gw kirim tuh stiker balik. Sebenernya kita ngegesek-gesek ginian sendiri juga bisa kalo nyarinya pantang menyerah, tapi ya karena gw mager pake beudh jadinya ke bengkel deh gw ampe keluar sepuluh ribu. Seenggaknya semua kejadian di atas memberi pesan lah bagi gw, lain kali jangan ke bengkel itu lagi.

Sekian aja deh, semoga cerita gw ngga garing-garing amat n memberi pencerahan buat yang mau gesek-gesek =)

~Ocha

Rabu, 06 Juni 2012

The Taste of MIB 3 [Spoiler Alert]

Just want to share (and a little spoiler for those who didn't watch yet) about my thoughts on MIB 3. This is just for fun, so, enjoy. =D

The First Thought.
I never watched MIB and MIB 2 before (technically, I've watched them but not the whole story and I count it as a never) so my first thought at the start of filming is "This is gonna be awesome, and it must be". I've known before at an article that says MIB 3 is a recommended movie to watch, so yeah, it must be an awesome movie.

The Beginnning Scene
Shows some hotness and jokes around at the start of the movie. And I say "Not bad". And then action as usual and nothing special here until agent K and J show themselves. With their character, they just fit in enough in this movie and actually, they are playing good and, oh, there's still a neutralyzer here as the icon of MIB. With jokes around and follow up by the action here and there, I still say that nothing special here. The story starts after the action ends.

Mid-Scene
This is when I think that the movie really starts. The confused matter between Agent J to his partner make this movie a little bit interesting. The information starts to gather around and from this scene, I start to make a few speculation about the story. First, when the monster got the device, he starts to show something about Agent K. After that, Agent K disappeared while holding the gun. I thought that Agent K is going back to the time that the monster saying using that gun. The movie showing some information again and my speculation is that the future Agent K is going to protect Agent J that going back to the time that Agent K is going, and die. I'm more convinced when Griffin came to the story and showing some information. And second, also the last, Agent J die because he is protecting the older Agent K (but I'm not too sure about this speculation because it's too mainstream and easy to guess). At last, all of my speculation was wrong.

The End
After all, this must be a touching story at the end because it shows that someone has to die in the end. And that's it, all of my speculation was wrong. The end it's not the way I wanted, it's just, in my mind, not very touching. I have to admit that it's out of my mind that the story will end like that, but it's not exceed my expectation. Not the same, but lower. Yeah, in the end, and to conclude, I just like watching the action and the jokes around.

I don't know if my taste is not good enough, but my rate for this movie is only 7/10
But overall, it's a worth movie to watch, and want to say that you better bring more friends rather than a girlfriend to this movie. I think it's more fun to watch this together. =)

And this would be the end of my review, thanks for reading =D

~Ocha